Skip to content
Januari 23, 2007 / dewanggastanpbg

Keluarga Arif Budianto Yakini Arif Masih Hidup

Sumirin Yakin Anaknya Bisa Wisuda Empat Bulan Lagi
Ditemukannya serpihan pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air Kamis lalu
membuka sedikit harapan bagi keluarga Arif Budianto, salah satu
penumpang pesawat yang hilang saat menuju Menado dari Surabaya 1
Januari lalu, itu.
Sebuah rumah besar di Desa Dradah Blumbang, Kecamatan Kedungpring,
kemarin terlihat lengang. Rumah itu milik Sumirin, ayah Arif Budianto.
Kalau sebelumnya -tepatnya beberapa saat setelah ada berita hilangnya
pesawat Adam Air- keluarga itu selalu melihat TV untuk memantau
perkembangan pencarian pesawat tersebut, kali ini tak terdengar lagi
suara TV.


“Kami tidak pernah lagi melihat televisi karena tidak tega,” kata Sumirin.

Menurut dia, kabar ditemukannya serpihan
pesawat Adam Air tersebut diterimanya dari pihak Adam Air dari
Makassar, bukan dari TV atau media massa lainnya. “Pihak Adam Air
memang sering menghubungi kami setelah terjadinya peristiwa itu,”
katanya.

Sumirin mengungkapkan, menurut pihak
Adam Air, penemuan serpihan badan pesawat tersebut memunculkan harapan.
Yakni, bagian lain pesawat malang tersebut, serta para penumpangnya.

“Pihak Adam Air meminta kami bersabar dan menunggu perkembangan selanjutnya,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang perasaannya
ketika mendengar kabar penemuan serpihan pesawat tersebut, Sumirin
mengaku sangat senang, tapi juga khawatir. Sebab, dia berkeyakinan
pesawat tersebut jatuh di wilayah perbukitan di sekitar daerah Mamuju,
bukan jatuh di laut, tapi tim pencari saat ini dikerahkan ke wilayah
laut sekitar Kabupaten Barru, Sulsel.

“Saya khawatir pesawat itu tidak bisa
ditemukan karena tim pencari justru tidak melakukan pencarian di
wilayah perbukitan,” katanya.

Dia berharap pencarian tetap dilakukan di kawasan perbukitan Mamuju, sesuai hasil penerawangan dari paranormal ayang dia terima.

Dia juga berkeyakinan bahwa anaknya,
Arif Budianto, mahasiswa D-1 STAN di Menado, selamat. “Kata ’orang
tua’ (paranormal) tersebut, kami diminta tidak memikirkan lagi anak
saya itu, karena dia saat ini dalam keadaan sehat dan selamat. Bahkan
akan bisa mengikuti wisuda yang akan dilaksanakan empat bulan lagi,”
ungkapnya.

Meski demikian, Sumirin tidak membantah
bahwa keluarganya, terutama Yuliati, istrinya atau ibu Arif, diliputi
kecemasan karena pencarian pesawat tersebut tidak kunjung membuahkan
hasil. Menurut dia, istrinya tidak berhenti berdoa dan sering mengurung
diri di kamar. “Ibunya Arif sangat cemas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN Babat Abdul
Majid juga menyambut gembira penemuan serpihan pesawat tersebut.
“Setidaknya ada harapan mantan siswa saya tersebut segera ditemukan,”
ujarnya.

Arif Budianto merupakan alumni SMAN
Babat. Menurut Majid, dua hari sebelum kembali ke Menado dengan naik
pesawat Adam Air tersebut, Arif sempat memberikan ceramah di hadapan
para siswa SMAN Babat.

“Dia saat itu memberi masukan seputar STAN dan kiat-kiatnya bisa masuk ke STAN,” katanya. (*)
B. Febrianto
(disadur dari Jawa Pos, 13/1)

Civitas-Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: