Skip to content
Januari 24, 2007 / dewanggastanpbg

Akhirnya, 20 Lulusan STAN Eks Depdagri Ditempatkan di Itjen Depkeu

Nasib ke-20 lulusan D3 Akuntansi STAN angkatan 2005 akhirnya menemukan titik terang.

setelah terkatung-katung nasibnya semenjak lulus dari STAN, september
2005 silam. Dalam kurun waktu kurang lebih dari 1 tahun ini,
ketidakjelasan status merundung ke-20 orang ini.

Melalui email yang dikirimkan ke beberapa milis alumni stan,
Nurjaeni koordinator D3 Akuntansi penempatan eks Depdagri mengungkapkan
rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mambantu perjuangan
ke-20 lulusan STAN ini. Lebih lanjut Jeni, panggilan akrab koordinator
ini mengungkapkan kronologis terakhir, yakni mengenai surat Dirjen
Perbendaharaan perihal permohonan pelimpahan Ajun Akuntan Eks. Depdagri
ke Itjen Depkeu januari 2005, maka akhir januari 2006, ke-20 orang ini
diminta untuk melapor ke Sekretaris Itjen Depkeu. Setelah dikonfimasi
kontributor civitas online kepada Ari Nurdiansyah (salah seorang eks
depdagri), Dalam pernyataan ini terdapat beberapa kesalahan dalam
pernyataan Nurjaeni. Disebutkan jeni, surat dari DJPb awal januari
2005, seharusnya awal januari 2007 dan akhir januari diharuskan sudah
melapor ke itjen akhir januari 2006, seharusnya 22 Januari 2007.

Informasi ini tentu saja memunculkan kelegaan di berbagai pihak
terutama ke-20 orang ini. Bagaimana tidak September 2005 silam,
Depdagri merupakan salah satu daftar penerima lulusan D3 Akuntansi STAN
angkatan 2005. Walaupun terkesan baru, Depdagri melalui dirjen Bina
Administrasi Keuangan Daerah serius meminang lulusan STAN untuk
bergabung di dalamnya. Tak heran Direktur STAN, Suyono Salamun
berkali-kali meyakinkan hal tersebut.

Dan setelah pengumuman penempatan instansi, tak banyak yang menduga
kalau kenyataan ternyata berbicara lain, selama berbulan-bulan 20
lulusan STAN ini masih ‘ngendon’ di dirjen perbendaharaan depkeu yakni
ditempatkan di Direktorat Informasi dan Akuntansi yang sekarang berubah
menjadi Direktorat Akuntantasi dan Pelaporan Keuangan. Hal ini
dikarenakan dalam Depdagri terdapat perbedaan pendapat mengenai status
ke-20 orang ini. Dan tidak adanya koordinasi antar eselon I di dalamnya.

Ari Nurdiansyah, salah seorang dari mereka menyatakan kegalauan atas
nasibnya bersama 19 orang lainnya. “Kita terkenal dengan NIP 850000,
hehehe.. maksudnya sebulan dapetnya cuma 850000″ ujarnya sambil tertawa.

Berbagai macam cara telah dilakukan untuk mencari jalan keluar.
Seperti mengajukan kepindahan ke Bapepem, Kementerian BUMN maupun
Sekretaris Jenderal Depkeu. Namun hasilnya masih nihil. Dalam
ketidakjelasan status seperti itu, tak jarang banyak juga yang berbuat
aneh-aneh, seperti pulang ‘kampung’ dan lama kembali. Ada juga yang
sempat berpikir untuk mencari pekerjaan di luar, dan sebagainya.

Perjuangan ke-20 orang lulusan STAN ini menjadi semacam nila setitik
dalam sejarah penempatan lulusan STAN. Sekolah kedinasan yang memasang
bandrol “setelah lulus dapat diangkat menjadi PNS”, kata “dapat” disini
mengandung multitafsir, karena bukan tertulis “akan” ataupun “harus”
diangkat menjadi PNS.

Kekuatan hukum dari keharusan diangkatnya lulusan STAN masih menjadi
sesuatu hal yang perlu diperjuangkan, agar tak terjadi preseden buruk
di kemudian hari. (m2n)

Civitas STAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: