Skip to content
Februari 14, 2007 / dewanggastanpbg

SISTEM DO, Siapa takut?

Pernah denger kan kalo’ STAN itu ngenal sistem DO, alias sistem yang bisa ngeluarin mahasiswa yang lagi "nimba" ilmu di sini. Tapi pernah kebayang nggak, gimana tuh sistem ini sebenernya diperlakuin sama lembaga ?

Sistem DO ini kabarnya sadis buat yang baru ndengernya. Tapi sebenernya ada alasan menurut lembaga, bahwa DO itu dibutuhin buat ngendaliin mahasiswa calon-calon PNS ini biar nggak "ngawur" waktu belajar di STAN. Maklum, biaya pendidikan kan dianggap nggak ada, sebab udah dibiayai rakyat -lewat pajak-. Tetapi dengan adanya DO kita jadi lebih waspada dan inget akan tugas kita sebagai mahasiswa yang udah dibiayain rakyat lhoo.. Kita di STAn buwat belajar. Jangan lupa itu.

Nah … lalu kenapa seorang mahasiswa bisa kena DO ?

Ada banyak alasan, antara lain :

  1. Terkena hukuman berat.
    Artinya udah ngelanggar peraturan yang udah ditetapkan oleh lembaga. Ada beberapa poin yang perlu kamu perhatiin :
    – Kamu jangan sekali-kali berantem / berkelahi dengan temen sekampus.
    – Kamu jangan buat masalah dengan Dosen.
  2. Nilai IP (Indeks Prestasi) kurang dari minimal syarat kelulusan.
    Atau kurang dari 2,30 pada semester ganjil dan pada Semester genap selanjutnya meraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) kurang dari 2,75. Asalkan kamu jangan neko-neko Insya Allah kamu bisa lolos dari nilai minimal itu. IP mahasiswa rata-rata diatas 3.00, jadi asal kamu mengikuti tren mahasiswa biasa kamu pasti lolos dari nilai minimal itu.
  3. Absensi (tingkat kehadiran) mahasiswa minimal 80%.
    Artinya, jika dalam satu semester ada 16 minggu, maka mahasiswa tersebut harus hadir minimal 15 minggu. Kurang dari itu … berarti nggak boleh ikut ujian, Sekretariat STAN bakalan ngeluarin Surat Tidak Boleh Mengikuti Ujian. Nggak ikut ujian sama dengan dapat nilai 0 (nol). It mean IP or IPK kamu nggak bakal nyampe’ batas minimum. Artinya ke- DO juga.
  4. Mendapat nilai kurang dari minimal.
    Yaitu nilai E disemua mata kuliah, atau 2 (dua) nilai D pada MKDK, atau mendapat 1 (satu) nilai D pada MKU dan MKK.
  5. Nyontek saat ujian.
    Artinya kalo’ kalian ketahuan nyontek teman maupun jenis nyontek lainnya (ngepek) termasuk membantu teman waktu ujian, itu sama saja bunuh diri. Kamu mending gak bisa ngerjain, daripada kamu nekat nyontek. Separah-parahnya kamu gak bisa ngerjain, nilai kamu pasti bisa ketolong oleh Aktivitas Harian kamu, kecuali kamu emang gak pernah masuk kuliah. Hukuman Nyontek cuman satu, yaitu DO.

Nah … itu aja. Trus balik ke masalah DO, ngerti nggak sih sebenernya kamu apa itu DO ?. Jangan-jangan udah nyampe’ disini kamu malah belum ngeh sama arti DO itu sendiri.

DO = Drop Out tuh artinya dikeluarin dengan paksa. DO di STAN tidak perlu membayar uang ganti rugi. Jadi kamu gak dibikin bingung nyari uang ganti rugi bila kamu kena musibah DO.

Kalaupun kamu nanti DO, ya siapapun gak berharap itu sih, tapi bila nanti kamu kena musibah DO kamu gak perlu stress. Kalau kamu DO di tingkat III kamu masih diberi kesempatan mengulang 1 kali. Bila kamu DO ditingkat II atau I kamu bisa ngusahaain untuk masuk Program Diploma 1 Perpajakan.

Kurang Baik apa sih STAN, initnya STAN tidak ingin mahasiswanya kena DO. Akhirnya berpulang kepada kamu dan mahasiswa STAN sendiri, mau dibawa kemana hidup kamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: