Skip to content
Maret 1, 2007 / dewanggastanpbg

Tersandung Fitnah Pelecehan Seks, Terpaksa Mengulang STAN

[civitas-stan.com]Nama Danu Nugraha sempat menjadi
perbincangan di STAN terkait pemberitaan beberapa media karena dituduh
melakukan tindak asusila. Namun akhirnya Danu dinyatakan tidak
bersalah. Bagaimana cerita yang sebenarnya? Berikut tutur Danu Nugraha
kepada Koran Civitas.


 Peristiwa itu terjadi seusai mengikuti Kuliah Umum Anggaran (6/2). Danu
Nugraha, mahasiswa tingkat III Kebendaharaan Negara, meminta izin untuk
tidak mengikuti rombongan pulang dengan alasan mencari saudaranya yang
dikabarkan menjadi korban banjir. Pukul 17.00 WIB Danu tiba di lokasi
banjir. Ia pergi mencari ke posko-posko banjir, dan ketika sampai ke
posko SD 02 Cengkareng Timur, ia diminta menjadi relawan atas nama
Ketua RT daerah setempat. Pukul 21.00 WIB, ia berpindah ke posko banjir
Kantor Kecamatan Cengkareng dan tetap menjadi relawan di sana.

Pukul 24.00 WIB Sandi Harun dan beberapa artis lainnya datang ke posko
banjir untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada korban banjir
sehingga barang bantuan berupa susu dan obat-obatan yang dibawa oleh
Danu diamankan dahulu. Kemuian datanglah seseorang yang mengaku bernama
Edi Mulyadi meminta 1 paket susu boks. "Waktu itu saya tanya, ‘Buat
siapa, Pak?’, ia nggak bisa kasih penjelasan, ‘Pokoknya kamu kasih
sini aja, kamu siapa? Kamu anak baru di sini,” cerita Danu. Sempat
terjadi tarik-menarik juga antara ia dengan Edi tersebut. Tapi saat itu
ia dimenangkan karena ia memiliki hak untuk menjaga barang bantuan di
sana. “Ia akhirnya pulang dengan keadaan yang tidak puas dengan
keputusan itu,” ujarnya.

Pukul 02.00 WIB, ia merasa lelah dan ingin beristirahat. Ia meminta
izin untuk tidur. Karena poskonya penuh, ia ditawari untuk tidur di
meja. Tapi ia menolak dengan alasan tidak terbiasa. Akhirnya ia
diizinkan untuk tidur di teras barak yang saat itu berisi sekitar 50-60
korban banjir. “Ah entah saya tidurnya sangat pulas, saya tidak tahu
apa-apa pokoknya,” lanjutnya. Setelah tertidur selama satu jam,
tiba-tiba Danu ditarik dan dipukuli massa. Seorang gadis remaja
menjerit dan memeluk seorang wanita yang ternyata adalah bibi sang
gadis. “Menjerit karena apa itu saya nggak tahu!” ujarnya.

Ia dituduh sebagai penyelundup yang mungkin berniat melakukan perbuatan
asusila terhadap korban banjir. Sepatu, tas, beserta segala isinya
sudah hilang tak berbekas. Karena kartu identitasnya ikut hilang
bersama tas, ia tidak bisa membuktikan siapa dirinya. Bahkan Ketua RT
yang menugasinya pun sudah pulang dan tidak mau menemuinya sehingga
tidak dapat membantu.

Akhirnya seorang polisi membawa Danu ke Kantor Kepolisian Sektor
Cengkareng. “… di Berkas Acara Pidana, saya tidak tahu
apa-apa.”ujarnya. Yang diwawancarai oleh polisi hanyalah ‘korban’
dan ‘pelapor’ yang ternyata adalah Edi yang tadi sempat berselisih
dengannya. Sedangkan Danu baru diperbolehkan masuk ke ruangan yang sama
setelah pemeriksaan pada “korban” selesai. “Format BAP-nya
seperti apa saya defuse lah. Saya hanya dikasih poin-poin utamanya
bahwa saya dianggap bersalah dan saya harus bilang ‘ya’,”
ujarnya. Si pelapor hanya berkata kepada Danu, “Daripada ribet mas
urusannya.” Dan kemudian Danu ditahan polisi.

Selama ia berada di Polsek, ia mengaku mendapat banyak ‘sambutan’
dari tahanan lain. “Ruangnya 5 x 5 lah, tapi isinya ada 30 orang.
Luar biasa, ini bukti bahwa saya disundut rokok di sana,” ujarnya
sambil memperlihatkan tangan kanannya. “Perkenalan disana ya
ditendangin… dipukulin…,” ceritanya. “Saya nggak boleh teriak,
ditahan,” lanjutnya. “Tiga hari pertama saya nggak bisa jalan,
…asumsi saya patah-patah nih kaki saya. Jadi, dengan posisi bersila
ada orang yang dudukin kaki saya, kemuian ia lompat-lompat di atas
lutut saya,” lanjutnya lagi.

Pada tanggal 22 Februari 2007 ia keluar dari tahanan dengan surat
penangguhan penahanan. Surat tersebut diajukan oleh keluarga
‘korban’ yang telah membuat surat pernyataan bahwa ia tidak
bersalah. Akhirnya, ‘korban’ disuruh menceritakan tentang apa yang
sebenarnya terjadi. ‘Korban’ mengaku pada malam kejadian Ia sedang
sakit dan juga mendapatkan tekanan psikologis dari ‘pelapor’. “Ia
memang tidur tepat di samping saya saat itu. Tapi saya tidak kenal dan
tidak mikir apa-apa. Yang penting saya tidur, saya capek. Besok kuliah
jam 8!” kata Danu. Dan ternyata, bibi ‘korban’ juga dipaksa oleh
‘pelapor’ untuk berkata bahwa ‘pelapor’ merupakan tetangganya
yang dalam kenyataan sebenarnya, bukan. Bahkan data-data yang diberikan
oleh Edi tersebut semuanya palsu. Nomor handphone hingga alamat
rumahnya tidak ada yang benar. Jika Danu ingin menuntut balik, ia dan
polisi harus melacak keberadaan orang tersebut. Tapi menurutnya,
“Saya pikir yang kemarin itu tidak perlu terlalu saya permasalahkan.
Yang penting saya bisa keluar.” Ketua RT yang saat kejadian tidak
dapat membantunya pun meminta maaf. Beliau mengaku takut ikut diamuk
massa pada saat itu.
Danu kembali ke kampus STAN dengan membawa banyak masalah. Mulai dari
masalah absensi hingga kekhawatiran tentang Drop Out (DO). Ia
menghubungi dosen-dosen yang bersangkutan untuk membicarakan masalah
absensi. Kemudian ia juga membawa Surat Pernyataan Pembebasan dari
Kepolisian yang menyatakan bahwa ia tidak terjerat dalam pasal apapun,
surat keterangan dari korban tentang kronologis kejadian, surat
keterangan dari RT/RW setempat, surat pernyataan dari Danu sendiri dan
surat pernyataan dari media. Dengan adanya data-data tersebut dan
melalui rapat dosen, akhirnya diberikan keputusan akhir yaitu penundaan
kelulusan.
Ia sempat ditawari untuk melaksanakan ujian akhir. Tapi dengan satu
syarat, waktunya hanya satu hari untuk 7 mata kuliah dan dilaksanakan
langsung esok setelah penawaran. Satu hari yang dimaksud berarti dari
pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. “Saya nggak berani ambil resiko lah,
masalahnya saya belum pernah tau sampai mana kuliahnya, dan dalam
sehari saya mau mengumpulkan bahan-bahan ke teman-teman pun saya mikir
bukan waktu yang cukup,” katanya, “Kalau waktunya 4 hari saya
mungkin berani ya.”
[Wardah Adina]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: