Skip to content
Mei 17, 2007 / dewanggastanpbg

25 Milyar Untuk STAN Tower

civitas-stan.com] : “Saya optimis STAN Tower berdiri”, Pernyataan itu
dilontarkan Kepala Subbagian Tata Usaha STAN ini (3/5) ketika
diwawancarai mengenai kejelasan berdirinya STAN Tower. Bangunan yang
rencananya akan dibangun lima lantai ini akan dijadikan pusat
administrasi mahasiswa, pusat kegiatan  mahasiswa, ruang kuliah, dan
laboratorium komputer. Fasilitas tambahan lainnya adalah hot spot area
dan language center.


 “Fasilitas ini penting untuk meningkatkan pelayanan terhadap
mahasiswa, dan STAN Tower ini nanti bakal jadi brenchmark-nya STAN.”
tambahnya. Mulai dibangun awal tahun 2008 bangunan yang kelak berlokasi
di atas Lapangan A ini direncanakan selesai tahun 2009.

Dana pembangunan STAN Tower rencananya dialokasikan dalam pos anggaran
Departemen Keuangan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
2008. Dana ini dimasukkan ke daftar Rencana Kerja Anggaran
Kementrian/Lembaga STAN. Pagu indikatif anggaran STAN Tower ini
berjumlah 25 milyar  dari 53 milyar yang semula diajukan. Nantinya
pencairan anggaran dibagi dalam dua  tahun anggaran yaitu tahun 2008
dan 2009.
Wacana pembangunan pusat kegiatan mahasiswa sebenarnya telah muncul
pada tahun  2006. Saat itu muncul  dengan sebutan Student Center.
Dalam Koran Civitas #16 diberitakan bahwa Student Center diproyeksikan
menjadi pusat kegiatan mahasiswa baru yang lebih modern, lengkap, dan
futuristik. Isu santer yang beredar saat itu telah ada anggaran sebesar
2 milyar untuk pembangunan Student Center. ” Ah! Itu nggak benar. Tidak
ada anggaran itu.” tegas Bambang menanggapi hal tersebut.

Tanggapan Mahasiswa
Tanggapan mahasiswa terhadap rencana pembangunan STAN Tower
berbeda-beda. Septian Trisetya Adi, mahasiswa tingkat I DIII
Administrasi Perpajakan, mengatakan bahwa STAN Tower ini akan membawa
angin segar di tengah minimnya fasilitas di STAN. Raden Bagus Kusuma
Presiden Mahasiswa STAN 2007 juga mengungkapkan pendapat senada ” Saya
sih setuju-setuju aja, asal bisa meningkatkan manfaat terhadap kegiatan
mahasiswa.”, terangnya.
Di balik gegap-gempita tentang rencana pembangunan STAN Tower ini,
ternyata fasilitas buku sebagai kebutuhan pertama dan utama, malah
terabaikan. Setidaknya, itulah pernyataan beberapa mahasiswa yang
kurang setuju dengan rencana pembangunan gedung baru itu.  “Kita butuh
buku,” kata Dimas Agung Nugraha, Mahasiswa Tingkat II DIII Akuntansi
Pemerintahan, ” karena memang itu prioritas kebutuhan kita.” 
tambahnya.  Sarimin, Mahasiswa DIV, juga memberikan pendapatnya, ”
Lebih baik biaya pembangunan STAN Tower ini dialokasikan untuk membeli
buku sebab membangun STAN Tower bukanlah hal yang sangat mendesak.”
Dihubungi secara terpisah, Bambang menjelaskan bahwa biaya pembangunan
STAN Tower tidak bisa begitu saja dialihkan untuk membiayai
pembelanjaan yang lain. Sebab, anggaran buku terpisah dan tidak satu
paket dengan anggaran pembangunan STAN Tower. Dan jika dana itu
dialokasikan ke pos lain, ” Itu jelas menyalahi aturan.” tambahnya
lagi. Masih menurutnya, dana untuk pembelanjaan buku akan ditambah pada
tahun 2008 dengan cara mencari anggaran belanja tambahan yang akan
meningkatkan jumlah buku.

[Eko Budi Santoso]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: