Skip to content
Mei 20, 2007 / dewanggastanpbg

PTK Expo 2007,STAN Buka Kampus Gudang Duit

[civitas-stan]:
‘Kampus Gudang Duit’, itulah kalimat yang terpampang di pintu masuk
stand STAN pada acara PTK EXPO 2007 tanggal 28-29 April di Pondok Serba
Guna, Padepokan Pencak Silat Indonesia, Komplek Taman Mini Indonesia
Indah, Jakarta Timur. Pada PTK EXPO 2007 yang diadakan oleh Senat
Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) STAN turut membuka stand.

Selain STAN dan STSN, hadir juga 8 Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK)
lain yaitu : Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Akademi
Imigrasi (AIM), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Akademi Ilmu
Pemasyarakatan (AKIP), Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), Sekolah
Tinggi Intelijen Negara (STIN), Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
(STPN), dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI). Sementara itu
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang seharusnya turut serta
dalam acara tersebut batal hadir karena kegiatan kemahasiswaan di
kampus itu sedang dibekukan. STAN cukup populer. Hal ini disampaikan
oleh salah seorang perwakilan STAN.
“Sebagian besar dari mereka (pengunjung stand STAN. Red) sudah tahu
kalau STAN itu ada, mereka cenderung bertanya tentang hal-hal akademis
dan jaminan ikatan dinas.” tambahnya. Mulya, salah seorang pengunjung
mengatakan bahwa stand STAN kurang memikat. Mengenai hal ini, Ainal
Iqram selaku perwakilan dari STAN mengatakan bahwa pihaknya telah
berkonsultasi dengan Direktur STAN, namun Direktur menyarankan agar
kita tampil sederhana saja.

Keadaan stand yang sederhana ini membuat STAN tidak bisa memperoleh
gelar sebagai stand terfavorit pilihan pengunjung. Gelar stand
terfavorit itu didapat oleh STIS. Mendapat urutan terakhir pada saat
presentasi, tak membuat presentasi STAN kekurangan peminat. Ini
terbukti dari banyaknya pengunjung yang menyaksikan presentasi dari
STAN yang mendapat giliran jam 3 sore. “Saya memang sengaja menunggu
sampai jam 3 sore untuk melihat presentasi dari STAN, padahal saya
disini dari jam 11 pagi.” jelas Kusuma, salah seorang pengunjung.

Tak hanya presentasi, STAN juga menyuguhkan Happening Art dari
Teater Alir yang berjudul Alam Menggugat. Spesial performance ini
mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. Tetap Eksis Sekitar empat
tahun lalu, PTK sempat terancam dibubarkan karena keberadaan Pasal
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Meskipun saat ini wacana pembubaran PTK tak lagi seheboh dulu, ancaman
tersebut tetap membayangi PTK. Apalagi setelah adanya kasus kekerasan
di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dan Institut Pemerintahan
Dalam Negeri (IPDN) yang menimbulkan opini publik bahwa PTK adalah
pencetak ’tukang pukul’ dan biang pemborosan uang negara.

Menanggapi hal itu, Egya K A (Ketua Senat Mahasiswa STSN) mengatakan
kepada Koran Civitas bahwa pada dasarnya PTK dibentuk untuk mencetak
tenaga khusus di instansi-instansi terkait. “Selama hal itu masih
diperlukan, kita (PTK-red) pasti tetap eksis.” tambahnya Arinda,
perwakilan dari STIN mengatakan hal yang senada tentang eksistensi PTK.
“PTK itu dibentuk untuk mendidik tenaga-tenaga ahli tertentu.
Buktinya, STIN yang baru berusia tiga tahun, sampai sekarang masih
tetap ada.” katanya. “Ada wacana bahwa asosiasi PTK (Forum
Mahasiswa Kedinasan Indonesia, disingkat FMKI-red) saat ini sudah
kurang bergerak, dengan adanya PTK EXPO ini, berarti kita sudah
berusaha untuk kembali menjalin silaturahmi dengan PTK-PTK lain. Hal
ini bisa memberikan semangat baru untuk dapat membangkitkan kembali
FMKI.” kata Egya

[Aldi Amdefi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: