Skip to content
Mei 20, 2007 / dewanggastanpbg

Status Badan Otonom Belum Jelas, Tunggu Titah BLM

[civitas-stan.com] : Organisasi kampus seperti
Stapala, STAN EC, dan badan otonom lainnya belum jelas statusnya di
kampus. Meski sudah bertahun-tahun menjalankan roda organisasinya,
belum menjamin diakui secara hukum dalam Keluarga Mahasiswa (KM) STAN.


 Dalam Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa STAN (AD KM STAN) disebutkan
ada sembilan badan kelengkapan KM STAN. Salah satunya adalah BO. Di
dalam AD KM STAN juga telah dijelaskan sifat dan peraturan-peraturan
terkait mengenai BO. Namun definisi yang tertuang dalam AD tersebut
belum diikuti penjelasan lebih rinci mengenai elemen kampus mana yang
termasuk BO. Hal tersebut diakui Benny Setiawan, ketua Badan Legislatif
Mahasiswa (BLM) 2006-2007, “Seharusnya ada Surat Keputusan (SK) dari
BLM yang menjelaskan secara detail.”
Salah satu poin pembentukan BO yang diatur dalam AD KM STAN adalah
“Badan Otonom sah berdiri jika mendapat persetujuan dari BLM dalam
rapat paripurna.” Namun hal tersebut belum terpenuhi.
Seperti pada pendirian Stapala sebagai BO pada tahun 1980. Stapala
menjadi BO atas keputusan senat, bukan BLM yang dalam masa itu memang
belum terbentuk seperti sekarang. Secara de yure, kedudukan yang ada
saat ini masih mengambang, “Kedudukannya ya masih seperti yang dulu!”
Ujar Benny menambahkan.
BO lain seperti STAN English Club (STAN EC) juga memiliki kedudukan
yang belum jelas. Edwin Dirgantara, Presiden STAN EC, mengatakan bahwa
sampai sejauh ini belum ada surat dari BLM berkenaan kejelasan status
STAN EC. “Untuk ke depannya saya berharap supaya posisi STAN EC lebih
diakui,” tambahnya.
Posisi yang masih mengambang itu juga tergambar dari pandangan
mahasiswa mengenai STAN EC, “STAN EC sudah jelas-jelas UKM kan?” Jawab
M.Ishak, mahasiswa I-D Akuntansi, ketika ditanyai mengenai STAN EC.
Penggambaran STAN EC sebagai UKM itu menunjukan bahwa posisi STAN EC
belum sepenuhnya sejajar dengan BEM, padahal dalam AD KM STAN kedudukan
tersebut telah diatur dalam pasal 8 angka (3). Bahwa kedudukan BEM,
Lembaga Keagamaan (LK), BO dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) adalah
sejajar dan berada di bawah kedudukan BLM. “Seharusnya sejajar dengan
BEM, tapi kenyataannya masih di bawah BEM juga.” Komentar Edwin
mengenai hal tersebut.
Dalam pasal 47 AD KM STAN disebutkan “BLM harus sudah menetapkan BLM
Spes, HMS, LK, BO, LPM dan Panitia Pemilihan Raya sebelum tanggal 1
Januari 2007,” tapi hal tersebut belum terealisasi pada BLM 2006-2007.
“Seharusnya pada 1 Januari sudah ditentukan siapa-siapanya, tapi belum
disidangkan juga,” ungkap Benny Setiawan. Ditambahkan Benny, “Pada
akhirnya kejelasan itu kembali menunggu pengesahan BLM.” Namun
ketidakjelasan status itu ditanggapi ringan oleh Cahyana Tri Raharja,
Ketua STAPALA, “Ada atau nggak ada putusan, nggak akan ngaruh buat
kami (STAPALA-red).” Menurutnya, selama untuk kebaikan kampus hal
sepeti itu tak perlu dipermasalahkan. Sebagai ketua BLM periode
2007-2008, Sadimin berpendapat bahwa hal tersebut merupakan tugas yang
belum berhasil diselesaikan dalam periode sebelumnya. “Diharapkan dalam
masa tugas 2007-2008 ini BLM sudah dapat menetapkannya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: