Skip to content
Mei 22, 2007 / dewanggastanpbg

Dianaktirikan, DIII Khusus Akuntansi Bentuk HMS Baru

[civitas-stan.com] : Bagai dianaktirikan, DIII
Khusus yang tidak diikutsertakan dalam Pemira Pemira Himpunan Mahasiswa
Akuntansi (Himas) akhirnya membentuk himpunan mahasiswa sendiri. Tak
seperti D III Khusus Pajak yang turut menginduk ke Ikatan Mahasiswa
Pajak (IMP) bersama DIII Pajak reguler.



 Keberadaan DIII Khusus Akuntansi dipertanyakan dalam Keluarga
Mahasiswa (KM) Himas, ketika tidak diikutsertakan dalam Liga Himas
beberapa waktu lalu. Hal ini semakin dipertanyakan ketika DIII Khusus
tidak diikutsertakan kembali dalam Pemira Himas tahun ini.

Dalam dasar pengikut sertaan DIII Khusus pada Pemira spesialisasi,
ada perbedaan dasar hukum antara Pajak dengan Akuntansi. Menurut
Yulianto, ketua Dewan Perwakilan Pajak (DPP), DIII Khusus diikut
sertakan berdasar pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),
Bab II Keanggotaan KM STAN dan Bab VIII Himpunan Mahasiswa Spesialisasi
yang menjelaskan bahwa DIII Khusus Pajak mempunyai hak untuk memilih
dan dipilh serta masuk dalam KM IMP.

Ketua Pemira Himas, Yudi Setyawan menjelaskan bahwa DIII Khusus
Akuntansi tidak diikut sertakan berdasar pada AD/ART Himas Bab III
Keanggotaan, Hak, dan Kewajiban pasal 10, yang berbunyi Anggota Himas
adalah mahasiswa STAN program Diploma III spesialisasi Akuntansi.
“Karena tidak disebutkan kata ‘khusus’ dalam pasal tersebut maka
DIII Khusus tidak diikutsertakan,” ujarnya.

HMS Baru Himpunan Mahasiswa DIII Khusus Akuntansi (Himadika) adalah
organisasi yang didirikan guna mewadahi seluruh mahasiswa DIII Khusus
Akuntansi. Menurut Afiat Ria Nabati, Ketua Himadika 2006-2007
organisasi ini juga didirikan karena ketidakjelasan pengalokasian iuran
kemahasiswaan yang telah dibayar mahasiswa DIII Khusus Akuntansi. Jika
iuran itu dialokasikan untuk HMS dalam hal ini Himas, kenapa DIII
Khusus Akuntansi tidak diikutsertakan dalam beberapa program Himas yang
seharusnya melibatkan mahasiswa Spesialisasi akuntansi.

Diantaranya Liga Himas dan Pemira Himas. Perbedaan usia dan
pengalaman bekerjapun menjadi salah satu alasan kenapa didirikan
Himadika. Walaupun HMS ini belum diakui oleh BLM, tapi HMS ini sudah
memiliki pengurus harian. Dengan ketua Afiat Ria Nabati dari kelas II
A, wakil ketua, Sapto Adi Nugraha dari kelas II B, sekretaris umum,
Suherni Suparni dari kelas II B, dan bendahara umum, Adhe Yudha dari
kelas II B, yang dilakukan pada minggu ke tiga Oktober 2006. Mengenai
status Himadika ke depan Afiat mengatakan bahwa organisasi ini akan
tetap ada. “ Kalaupun HMS baru ini tidak mendapatkan persetujuan dari
BLM, organisasi ini akan tetap ada secara intern, tapi formal atau
intern tergantung Majelis Permusyawaratan Kelas” ungkapnya.

Dhiana, mahasiswa tingkat tiga akuntansi, berpendapat, “Secara
sruktur mereka (DIII Khusus. Red) memang masuk Himas, tapi secara usia
tidak dan terkadang DIII Khusus terlihat seperti merasa eksklusif.”
ujarnya. Hal serupa juga diungkapkan M. Thahir, mahasiswa akuntansi
kelas I D, “ mereka tidak masuk Himas, karena secara usia mereka
berbeda dan mereka sudah ada status sebagai pegawai departemen
keuangan”.

Namun berbeda dengan Aulia R, salah satu mahasiswa akuntansi tingkat
II, “Mereka masuk Himas, karena mereka termasuk KM STAN dan setiap KM
STAN Spesialisasi Akuntansi adalah anggota Himas dan berada di bawah
naungan Himas yang seharusnya memiliki hak yang sama,” ujarnya.

[Muhammad Ishak]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: