Skip to content
Mei 23, 2007 / dewanggastanpbg

Soal Bocor, Ujian Terpaksa Diulang

[civitas-stan.com] :Mahasiswa STAN yang saat
ini tengah mengikuti ujian Akhir Semester bagi tingkat 1 dan 2 maupun 4
menyisakan cerita saat Ujian Tengah Semester (UTS) tingkat III.
Walaupun telah berlalu. Namun sebuah kabar tentang kebocoran soal
terkait kesalahan lembaga dalam membagikan soal UTS tingkat III
Kebendaharaan Negara mengusik rasa ingin tahu mahasiswa. Bagaimana
cerita sebenarnya?
 Kristianto Bayu Nugroho, Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Anggaran
(FOKMA) 2006-2007 yang juga mahasiswa tingkat III Kebendaharaan Negara,
mengakui dia mengetahui kalau memang ada kebocoran soal. Namun ketika
ditanyai apakah jawaban soal tersebut beredar di kalangan mahasiswa,
“Tidak”, ujar Bayu ketika diwawancarai via telepon. Seorang
mahasiswa tingkat III Kebendaharaan Negara yang tidak ingin disebut
namanya mengatakan soal itu memang telah jatuh ketangan mahsiswa.
Bahkan sempat dibawa pulang.Lies
Sunarmintyastuti selaku Kepala Bidang Akademis Pendidikan Akuntan
ternyata memang ada soal yang bocor. Soal yang bocor adalah soal ujian
Sistem Akuntansi Negara (SAP). Namun soal bocor disini bukan berarti
isi soal itu telah diketahui oleh peserta ujian sebelum diujikan,
tetapi hanya kesalahan pembagian soal. Soal SAP yang seharusnya
diujikan tanggal 26 April 2007, tetapi telah dibagikan pada tanggal 25
April 2007. Karena soal keluar sebelum waktunya dan telah terbaca oleh
peserta ujian maka soal ini dianggap bocor.

Lies Sunarmintyastuti juga menerangkan bahwa kesalahan ini disebabkan
pada lembar soal SAP tidak tercantum tanggal dan waktu ujian.
Hal ini menyebabkan kesalahpahaman petugas dalam menggandakan dan
memasukkan soal ke amplop soal. Sekretariat mengira soal SAP itu adalah
soal untuk tanggal 25 April 2007. Kesilapan ini juga tak lepas dari
ketidak hati-hatian sekretariat. Karena waktu yang mepet membuat pihak
sekretariat terburu-buru dan tidak mengecek ulang soal. Lies
Sunarmintyastuti menjelaskan kasus bocornya soal ini baru pertama
kalinya terjadi dan bukan sebuah kesengajaan.

Salah Siapa
Lies Sunarmintyastuti mengatakan bahwa kesalahan ini tidak bisa hanya
dibebankan pada sekretariat. Dia menerangkan bahwa kesalahan pembagian
soal ini diakibatkan oleh 2 faktor. Faktor yang pertama adalah
kesalahan dosen yang membuat soal, karena memberikan soal pada
sekretariat tidak pada hari yang telah ditentukan, dan pada soal tidak
dicantumkan tanggal dan waktu ujian. Singkat kata dosen harus tertib.
Faktor yang kedua adalah kesalahan sekretariat karena tidak mengecek
soal sebelum diberikan ke pengawas ujian.
Lies Sunarmintyastuti menegaskan bahwa mahasiswa juga salah. Mahasiswa
seharusnya secepatnya menginformasikan kalau ada kesalahan pembagian
soal. Dia juga menambahkan sebagai mahasiswa calon Pegawai Negeri Sipil
(PNS) mahasiswa dituntut untuk fair.
Ketika Civitas-stan.com menanyakan bagaimana solusi dari kesalahan ini,
Lies Sunarmintyastuti mengatakan lembaga memutuskan untuk mengulang
ujian SAP pada Jumat, 4 Mei 2007 pukul 14.00 tentunya dengan soal yang
berbeda.
Sebagai pembelajaran agar terhindar dari kesalahan yang sama dimasa
depan Lies Sunarmintyastuti memberikan pernyataan dan himbauan.
Pertama, beliau menghimbau agar dosen harus tepat waktu dalam membuat
soal, dan soalnya harus dalam keadaan siap digandakan (dicantumkan
tanggal dan waktu ujian). Hal ini ditujukan agar sekretariat tidak
tergesa-gesa. Kedua, beliau juga mengingatkan agar pihak sekretariat
untuk lebih berhati-hati dalam mempersiapkan soal. Ketiga, beliau
berpesan pada mahasiswa agar sanggup untuk bertindak fair.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: