Skip to content
Juli 30, 2007 / dewanggastanpbg

Reward vs. Kinerja

[civitas-stan.com]: Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) menetapkan bahwa reward untuk tiga kepanitiaan besar tahun ini akan turun. Apakah turunnya reward akan mempengaruhi kinerja panitia?

Reward pada tiga kepanitiaan besar tahun lalu
dinilai cukup signifikan sehingga BLM berinisiatif menurunkan anggaran
untuk dua kepanitiaan yakni Panitia Daftar Ulang (Pandu) dan Dinamika.
Menurut Wakil Ketua BLM Febri Fil Ilmi bila pada akhirnya panitia dapat
melakukan efisiensi pagu anggaran, bisa saja sisanya digunakan untuk reward.

“Iya. Temen-temen bilang pengen reward gitu. Tahun
kemarin dapetnya gede,” kata Leliantika, mahasiswa tingkat I
Kebendaharaan Negara ketika ditanyai Koran Civitas mengenai daya tarik reward terhadap
kepanitiaan. Menanggapi hal itu, R.J. Bagus Kusuma, Presiden Mahasiswa
2007 berkomentar, “Kalau begitu, orang yang tujuannya seperti itu
tahun ini siap-siap untuk kecewa.” Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa reward perlu untuk motivasi. Tetap akan ada reward untuk kepanitiaan tahun ini tapi diperkecil.
Pemikiran BEM ini didukung oleh BLM yang menekankan agar panitia tidak mengutamakan reward. “Profesionalisme harus ditunjukkan terlebih dahulu, sementara reward hanya efek sampingnya, bukannya karena reward dulu baru profesional,” ujar Sadimin, Ketua Umum BLM.
Menanggapi penurunan reward
ini Wakil Koordinator Pelaksana Pandu, Hangger Grudo Paksi, menanggapi
bahwa Pandu beritikad baik dengan tidak mengurangi kualitas meskipun
dana dan reward untuk Pandu turun.
“Harus punya idealisme dikit lah. Dari awal OR (Open Recruitment – red.) kan sudah ditekankan untuk siap tanpa reward. Kita harus komitmen tinggi sebagai pengabdian.”
Seperti halnya Pandu, menurut Koordinator Pelaksana (Korlak) Panitia
Wisuda (Panwis) Tsani Aji Novarima, Panwis berusaha memberikan yang
terbaik meskipun anggarannya kecil. Namun Pramadania Agustine, staf
Perlengkapan Panwis menyetujui bahwa panitia yang bekerja berat seperti
panitia perlengkapan berhak mendapat fasilitas lebih. Sedangkan Korlak
Dinamika, Syamsul Arifin mengatakan, “Reward seharusnya tidak mempengaruhi kinerja.”
Total reward
tiga kepanitian besar tahun lalu menurut Laporan Pertanggungjawaban
(LPJ) masing-masing adalah Rp. 6,4 juta untuk Pandu, Rp. 20,079 juta
untuk Panitia Dinamika, dan Rp. 43,775 juta untuk Panwis. Menanggapi
hal ini Bagus berpendapat bahwa reward sebesar itu harus diperbaiki dan dibuat wajar. Namun Sadimin berpendapat lain. Menurutnya bisa saja reward besar
itu justru kurang karena beban kerjanya lebih berat, misalnya harus
mengundang menteri dan direktur. Seperti komentar Diah Novita Rini,
staf Acara Panwis, yang mengatakan bahwa panitia acara berusaha
memberikan yang terbaik untuk wisudawan agar apa yang mereka bayarkan
sesuai dengan yang mereka dapatkan.
Parameter reward

Parameter reward sendiri memang tidak diatur dalam AD/ART KM STAN. Menanggapi hal ini Sadimin mengatakan, “Standardisasi reward
merupakan salah satu dari lima PR (pekerjaan rumah, red.) BLM yang
sudah diagendakan dalam sidang BLM.” Namun saat ini BLM belum bisa
membahasnya karena tiga PR lain, yakni iuran mahasiswa, penetapan Badan
Otonom (BO), dan penetapan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) seolah-olah
saling minta didahulukan.
Menurutnya BLM masih bingung dalam menentukan parameter reward
ini yang diharapkan dapat dilihat dari seluruh aspek, yaitu masa kerja,
besar beban, dan jumlah iuran mahasiswa dan mekanismenya dalam bentuk
persentase atau pembebanan masa kerja. “Kita mengharapkan semuanya
menjadi lebih transparan,” ujar Sadimin.
 

[Fita Rahmat]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: