Skip to content
Agustus 5, 2007 / dewanggastanpbg

Areal Hot Spot STAN Segera Diperluas

[civitas-stan.com] : Fasilitas Hot Spot yang
saat ini hanya dapat dinikmati di Plasa Mahasiswa (Plasma) STAN
nantinya akan diperluas hingga ke seluruh STAN. Ananta, Ketua Tim
Pelaksana Hot Spot meng-iya-kan pernyataan tersebut.
“Benar, langkah awal dari segi teknis sudah ada yaitu pengadaan hardware.”

 Selain Ananta, Hangga Surya Prayoga, penggagas ide program Hot Spot
juga membenarkan pernyataan tersebut. Bahkan salah satu langkah awal
yang diambil untuk program perluasan area ini telah terlaksana, yaitu
proses registrasi. “Data registrasi digunakan sebagai bargain kita ke sponsor, untuk menunjukkan seberapa besar power kita”
Hangga juga menjelaskan tentang langkah-langkah yang akan diambil
selanjutnya. “Kita hanya perlu melakukan pembicaraan kedua, tetapi
kita harus memastikan pihak kampus mau menerima, dan kita pun harus
membuat business plan.”
Sejauh ini pihak penyelenggara telah menyelesaikan 2 dari 3 langkah diatas. “Kalau masalah skema dan business plan kita sudah sepakat, tetapi kita belum menghubungi petinggi STAN, dan IKM-IKM (elemen kampus-red).”
Namun permasalahan sebenarnya terletak pada perijinan dari pihak
kampus. “Tetapi permasalahanya adalah apakah memungkinkan dengan
status STAN yang kedinasan masuk sponsor memberi fasilitas.” Jelas
Hangga.
Sedangkan dari pihak sponsor menurut Hangga telah setuju dengan skema, dan business plan
yang dibuat oleh penyelenggara. “Secara prinsip mereka telah setuju
dengan potensi anak STAN. Hangga juga menegaskan bahwa keberhasilan
negosiasi dengan pihak sponsor sudah tinggal satu langkah saja. “Kita
tinggal pembicaraan eksekusi saja sebetulnya.”
Ketika civitas-stan.com meminta konfirmasi mengenai siapakah sponsor
perluasan areal Hot Spot ini Hangga belum mau menyebutkannya. “Saya
masih belum bisa bilang.”
Cara Penggunaan
Sedangkan masalah yang selama ini dipertanyakan adalah masalah
dana. Karena adanya donasi, mahasiswa berpikir bahwa untuk memakai
fasilitas Hot Spot perlu membayar terlebih dahulu. Ananta menjelaskan
bahwa donasi itu tidak berifat wajib. “Iya benar ada sumbangan dan
tidak wajib, kalaupun ada donasi kita terima. Pertanggungjawabannya
juga ada di laporan keuangan setiap bulan.” Ujar Hangga.
Meskipun kedepannya area Hot Spot di perluas, akan ada skema tersendiri
untuk penggunaan Hot Spot. Skema yang ditawarkan sponsor pengadaan Hot
Spot adalah para pengguna harus menggunakan SIM card provider
perusahaan sponsor. Skema ini disebut Close User Group.
“Kalau dari skema, intinya kita tidak perlu bayar iuran, yang penting memakai SIM card keluaran perusahaan sponsor, username-nya
adalah nomor telepon, kita juga dapat tarif SMS dan telepon lebih
murah, dan untuk nomor yang tidak membeli voucher maka sebelum ia
membeli voucher ia tidak dapat menikmati fasilitas hot spot.” jelas
Hangga. Soal nominal pembelian voucher, Hangga mengatakan tidak ada
perbedaan fasilitas semisal bandwith antara pembelian voucher yang
banyak dan sedikit, selama SIM card itu masih dalam masa aktif pengguna
masih bisa menggunakan faslitas Hot Spot tersebut.
Menanggapi skema diatas Taufik Danar mahasiswa tingkat satu Akuntansi
menyatakan keheranannya. “Kok bersyarat gitu?” Ketika
civitas-stan.com meminta konfirmasi apakah ia akan tetap menggunakan
fasilitas Hot Spot kalau menggunakan skema tersebut ia mempunyai dua
alternatif. “Kalau SIM card provider-nya GSM why not?,
tetapi kalau CDMA tergantung gimana prrosedurnya apakah pakai modem
tersendiri, selain itu mahasiswa yang punya handphone CDMA kan
sedikit.”

[Widiyoko Adi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: