Skip to content
Agustus 5, 2007 / dewanggastanpbg

Pro dan Kontra Turunnya Iuran Kemahasiswaan

[civitas-stan.com] : Jumlah mahasiswa baru
memang baru akan diketahui tanggal 30 Agustus 2007. Namun
gonjang-ganjing penurunan iuran kemahasiswaan untuk mereka sudah
menjadi topik hangat di kampus plat merah ini. Ada yang pro namun tidak
sedikit juga yang kontra.


Penurunan iuran mahasiswa baru 2007-2008 ini tentu saja memberikan
dampak bagi banyak pihak, di antaranya Himpunan Mahasiswa Spesialisasi.
Heri Samudro, Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi  tidak memungkiri
bahwa dampaknya akan sangat terasa kepada organisasi yang dia pimpin
sekarang, “Tapi kami menyadari bahwa memang harus diturunkan.
Dampaknya mungkin kampus kita tidak akan rame kegiatannya seperti tahun
kemarin.”

Namun secara pribadi dia mengatakan, “Delapan ratus sebelas kemarin
sangat keberatan sekali karena kita memang sekolah kedinasan yang
menurut saya sendiri gak perlu seperti itu. Mahasiwa yang datang kesini
kebanyakan dari golongan menengah kebawah, mahasiswa lebih membutuhkan
penurunan,”.
Penurunan iuran dari Rp. 811.000,00 menjadi Rp. 689.300,00 atau sekitar
13,89%, dinilai Wakil Ketua BLM, Febri Fil Ilmi Muntasya cukup membantu
mahasiswa baru yang akan melakukan daftar ulang. Jumlah yang lebih baik
dari pada tahun lalu yang mengalami kenaikan 39,83% dari tahun
sebelumnya. “Jangan sampai ada mahasiswa yang tidak jadi daftar
gara-gara tidak bisa membayar iuran mahasiswa,” katanya.Neneng
Zaenah Rahmawati, salah seorang pendaftar Ujian Saringan Masuk (USM)
STAN juga menyambut baik penurunan ini. “Syukur-syukur ditiadakan,”
katanya.
Presma menuturkan, bagi mahasiswa baru  yang kurang mampu BEM
memberikan Program Kakak Asuh (PKA) dan bantuan untuk membayar iuran
mahasiswa tersebut. “Nanti akan ada pengurangan, cicilan, yang akan
ditetapkan belakangan, “ kata Bagus.
Berbeda dengan Heri, Ketua MBM Syahrowi Munthe mengatakan bahwa hal itu
tidak memberi dampak bagi MBM karena MBM mempunyai sumber dana lain
seperti usaha bimbingan belajar Bina Muslim Cendekia (BMC) dan toko
buku Fatahillah. Namun MBM berharap dana untuk kegiatan mereka tidak
dikurangi dari tahun lalu.
Senada dengannya, Pemimpin Umum Media Center, Wahyu Agung Priyadi
berkomentar, “Kalau bisa jangan turun.” Meskipun penurunan dana
untuk Media Center tidak begitu berpengaruh karena Media Center
mempunyai sumber dana lain yakni Media Center Corporation. Menurutnya,
diantara efektifitas dan efisiensi anggaran memang selalu terjadi
pertarungan antara makna dan angka, “Siapa yang seharusnya menang?”
Menanggapi penurunan ini, Wakil Koordinator Pelaksana Panitia Daftar
Ulang (Pandu), Hangger Grudo Paksi, menanggapi bahwa Pandu beritikad
baik dengan tidak mengurangi kualitas.
Meskipun dana untuk elemen kampus berkurang Bagus mengharapkan
kreativitas mereka untuk mengelola dana yang diberikan. “Kita
harapkan dari elkam-elkam lain inovasi dan kreatifitas yang dibutuhkan
untuk mengimbangi turunnya dana.”

[Fita Rahmat]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: