Skip to content
Oktober 16, 2007 / dewanggastanpbg

Tinjauan atas Keberadaan DINAMIKA

Oleh : Vigor Arya Danan Jaya
Dua pekan telah berlalu sejak DINAMIKA 2007 STAN berakhir. Pepohonan
dan bunga-bunga yang ditanam, oleh maba dan miba, di sekitar taman CD
dan lapangan P pun telah melayu. Tak ada yang memerhatikan mereka,
melainkan kambing-kambing kelaparan yang terhiburkan atas menu santap
siang yang berbeda dari biasanya, pepohonan dan bunga-bunga pemberian
maba dan miba. Ah, bagaimana kabar mereka 1 minggu lagi??

Berlalunya DINAMIKA 2007 bagaikan
berlalunya angin sepoy-sepoy disiang hari, begitu pelannya hingga kita
tak tahu sudahkah ia berlalu begitu lama atau baru semenit atau dua
menit yang lalu.

Bila ingin mengkaji lebih dalam tentang tujuan diadakannya DINAMIKA
2007, tentu kita akan mengingat-ingat kembali jargon yang tertera
dibaju ”ijo lumut” maba dan miba. Profesional, Intelek, dan Bermoral.

Cukup satu contoh dari saya untuk mengatakan DINAMIKA 2007 tidak
mencapai tujuan. Penanaman pepohonan dan bunga-bunga di sekitar taman
CD dan lapangan P. Saya menemukan profesionalitas maba dan miba, serta
raka dan rakanita, bahkan panitia DINAMIKA 2007 berada di sumur
terdalam rumah tetangga saya. Jauh di bawah kaki saya. Profesionalkah,
bila setelah menanam kita berharap pepohonan dan bunga-bunga itu dapat
tumbuh subur tanpa disiram setiap hari???

Lalu, saat berjalan di belakang pelataran rumah saya. Saya menemukan
Intelektualitas maba dan miba, serta raka dan rakanita, bahkan panitia
DINAMIKA 2007 berada di tong sampah rumah saya. Mengenaskan dan
membusuk. Tentu sangat bertolak belakang dengan tubuh-tubuh para
kambing muda itu. Menggiurkan dan layak santap. Aih, ini musim kemarau.
Para intelektual muda tentu tahu hujan turun tidak setiap hari.

Tapi, ada satu hal yang membahagiakan saya. Walaupun dua banding
satu telah memutuskan DINAMIKA 2007 tidak mencapai tujuan. Maba dan
miba, serta raka dan rakanita, bahkan panitia DINAMIKA 2007, ternyata
bermoral. Pembahasan tentang moral akan dilakukan pada kesempatan lain.
Yah, tentu saja semua orang mengakui dan salut atas niat baik mereka
memperindah suasana kampus STAN. Meski sayang seribu sayang. Gagal.

Semua itu membuatku berpikir kembali, mengkaji kembali keberadaan
DINAMIKA di STAN. Setiap tahun tujuan selalu berubah sesuai jargon yang
ada. Saat ditanya tentang tujuan DINAMIKA 2007, wakil koordinator
DINAMIKA 2007, Bagus Suyanto merujuk pada jargon itu. Jadi, wajar bila
saya menyimpulkan bahwa tahun-tahun sebelumnya pun demikian.

DINAMIKA di STAN merupakan bentuk adaptasi dari Ospek. Yakni, proses
penginisiasian mahasiswa baru yang lazim dilakukan perguruan tinggi
lain di Indonesia. Dari berbagai sumber yang saya baca, Ospek memang
memiliki tujuan luhur untuk menginisiasi para mahasiswa baru agar
mereka paham mengenai segala seluk-beluk dunia kampus barunya. Dahulu
namanya mapram (masa prabakti mahasiswa) saat metode ini pertama
dikenalkan di era 1960an, namun ekses negatif yang disebabkan semakin
lama semakin besar. Jatuh korban jiwa di sejumlah universitas.
Penyebutan mapram pun diubah hingga sekarang disebut ospek (orientasi
studi pengenalan kampus). Namun ekses negatif masih saja ada. Kekerasan
dan pembodohan menjadi hal yang melekat di dalamnya.

DINAMIKA 2007 memberikan penawaran yang sedikit berbeda. Kekerasan
telah diupayakan agar tiada, namun nampaknya panitia masih belum legowo
jika harus meniadakan sesi bentak-membentak. Satu hal yang belum dapat
diupayakan agar tiada, yakni pembodohan. Berjemur pukul 12.00 WIB dalam
keadaan berpuasa bukankah tindakan bodoh? Apakah pantas disebut pandai
menunduk dan tak boleh tolah-toleh tanpa tahu apa tujuan perbuatan
tersebut?

Tak berbeda dengan ospek di universitas lain, DINAMIKA 2007 tak
lepas dari militerisme. Bidang Penilaiannya dan Evaluasi tentu merasa
yang terbaik di bidang ini. Bila ingin menyindir, saya ingin mengutip
pernyataan Sartono Mukadis, seorang pakar Sumber Daya Manusia.
”Disiplin itu pilihan, bukan militeristik”.

Semakin jauh meninjau, saya semakin tak menemukan arah DINAMIKA 2007. ”Ini hanya tradisi, just for fun.
Layaknya sesi pengguntingan pita pada peresmian gedung baru” ucap saya
kepada seorang teman saat ditanya tentang DINAMIKA di STAN. Seperti
doktrin, tradisi pun membuat manusia kehilangan arah. Tak mengerti
kenapa berbuat demikian.

Bila harus mencontoh negara tetangga. Mungkin maba dan miba dapat
tetap menerima telepon dari orang tuanya sambil melihat-lihat pegawai
STAN bekerja di gedung A dan P, bisa juga sambil mendengar suara
samar-samar Suyono Salamun yang berceramah di dalam gedung G.

University of California, Los Angeles (UCLA) menerapkan hal ini.
Inisiasi mahasiswa baru berisi presentasi singkat dekan fakultas dan
pengenalan mahasiswa baru akan lingkungan studinya, baik gedung
perkuliahan maupun tempat indekos. Tanpa harus baris-berbaris dalam
keadaan kaku dan tegang. Semua tetap santai dan disiplin. Dan satu hal,
tidak ada tugas yang membuat mahasiswa baru harus merelakan waktu
istirahatnya di malam hari.

Semua itu membuatku berpikir, keberadaan DINAMIKA perlu ditinjau
kembali. Apa tujuannya? Apakah untuk menginisiasi maba dan miba atau
hanya sekadar perkenalan singkat, seperti halnya saya berkenalan dengan
seorang gadis di dalam angkot menuju Pamulang?

  1. NOFI / Sep 24 2009 5:33 am

    ka’, tulung tulisna rute dari kampus STAN menuju 3 tempat ibadah, 3 warteg dan tiga warnet. please, tugas banyak buanget bosss, buat pra dinamika!!!! nek ora teyeng yo tokon ke temen yang kos nya perek., wkwkwkwkwk

  2. NOFI / Sep 24 2009 5:35 am

    oh yaaaa, nek wis kirim ke email q, no_you_one@yahoo.co.id
    q calon tingkat 1,
    THX
    best regard

    NOFI BAYU DARMAWAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: