Skip to content
November 29, 2007 / dewanggastanpbg

Malingnya Mau Tobat

Civitas Online) Sebagaimanana yang hampir semua
orang tahu, pada umumnya maling mengincar benda-benda berharga yang
bernilai dan mempunyai nilai tukar seperti uang. Berbeda dengan maling
yang satu ini, baginya Al-Quran merupakan benda berharga yang bernilai
dan mempunyai nilai tukar.

Al-Quran memang benda yang sangat berharga bahkan tidak dapat ditukar
dengan uang sejumlah apapun, tapi apakah hal itu berlaku juga bagi
seorang maling?
“Mungkin malingnya mau tobat kali.” itulah kata-kata yang terlontar
dari mulut Fadlil Arif, mahasiswa spesialisasi Akuntansi yang tempat
kosnya di Jl. H. Sarmili no. 6, korban kemalingan yang tidak biasa ini.
Kejadian ini berlangsung hari minggu (25/11) diperkirakan sekitar pukul
02.00 dini hari. Ketika Fadlil terbangun dari tidurnya sekitar pukul
03.00 dini hari, dia sudah menyadari gorden dan jendela kamarnya telah
dibuka seseorang. Hal itu diyakininya karena dia yakin semalam sudah
menguncinya. Refleks, dia mencari benda-benda berharga yang ada di
kamarnya. Anehnya, benda-benda berharga seperti laptop, handphone, dan
dompet masih berada di tempatnya semula dan Fadlil pun melanjutkan
tidurnya seperti tidak ada masalah.
Selesai menunaikan shalat subuh Fadlil berencana untuk membaca
Al-Quran, namun setelah dicari disemua penjuru sudut kamarnya, Al-Quran
itu tetap tidak ditemukan. Pagi harinya, Marzuki –pemilik kosan
tersebut- menemukan Al-Quran tersebut di bawah tangki penyimpanan air
di belakang rumahnya. Di samping kamar Fadlil juga ditemukan satu buah
kursi, batang singkong yang diduga digunakan sebagai alat untuk
mengambil Al-Quran. Selain itu juga ditemukan benda-benda yang tadinya
berada di atas meja seperti tiket pesawat dan beberapa kwitansi sudah
tercecer di sepanjang jalan di samping kamarnya.
Dengan cover dari bahan seperti kulit berwarna hitam, sekilas Al-Quran
tersebut memang tampak seperti dompet. “Mungkin maling itu nyangka
kalau itu dompet, abisnya bentuknya sama kaya dompet saya sih” ungkap
Yuni, anak dari pemilik kos-kosan yang mengaku memiliki dompet yang
sama bentuknya dengan Al-Quran yang dimiliki Fadlil.
Kejadian ini diakui bukan yang pertama kalinya terjadi di sana.
Sebelumnya sudah dua kali kejadian dengan motif yang sama terjadi. Hal
ini disebabkan oleh jendela kamar yang letaknya bersebelahan dengan
jalur yang sering dilalui oleh orang.

Muhammad Ishak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: