Skip to content
Desember 2, 2007 / dewanggastanpbg

Review Acara Kuliah Penempatan

(Tangerang – Civitas Online)
Sabtu (1/12) kemarin digelar acara kuliah penempatan di gedung G yang
diberi judul ‘survey padamu kampus’. Seperti namanya, acara yang
dikhususkan untuk mahasiwa tingkat III spesialisasi akuntansi
pemerintahan dan kebendaharaan negara serta dihadiri pembicara dari
kepala biro SDM sekjen departeman keuangan, Juni Hastoto, dibuat dengan
konsep korespondensi mengikuti sebuah talkshow di sebuah stasiun televisi swasta dengan nama yang sengaja dibuat mirip, padamu negeri.


Acara yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB ternyata molor
sampai satu jam lebih karena sang pembicara baru tiba pukul 09.00 WIB.
Direktur STAN, Suyono Salamun, yang dikabarkan akan hadir juga tidak
tampak pada acara tersebut. Maka jadilah si pembicara sendirian
memberikan penjelasan kepada kurang lebih 700 mahasiswa yang memadati
gedung G.

Perbincangan berkisar antara indeks prestasi (IP) dan korelasinya
dengan penempatan. Bahwa IP yang bagus tidaklah mempengaruhi lokasi
penempatan. Nantinya, para lulusan akan disebar ke berbagai instansi
dengan menggunakan sistem layer setelah sebelumnya mengisi blanko untuk
memilih instansi yang diinginkan. Akan tetapi, pengurusan alokasi
penempatan instansi sepenuhnya menjadi hak sekjen depkeu. Jadi,
meskipun sudah menetukan instansi bisa saja kita ditempatkan di
instansi yang berbeda dari pilihan kita.

Siska, mahasiswi tingkat III akuntansi pemerintahan, yang semester
kemarin meraih IPK tertinggi di spesialisasi ini menyatakan
kesedihannya setelah mendengar kabar ini. “Waktu mendengar masalah
penempatan akan di-random saya langsung lemas. Tapi ini sama sekali
tidak akan berpengaruh terhadap cara belajar saya ke depannya,
mudah-mudahan.”

Berlawanan dengan siska, rata-rata mahasiswa yang menghadiri acara
ini justru bersorak-sorai dan bertepuk tangan tatkala mendengar
keputusan ini. Akan tetapi, banyak juga mahasiswa yang mengeluh tentang
isi acara ini karena dirasa kurang memberikan penjelasan yang optimal
dan terlalu mendiskreditkan mahasiswa STAN. Salah satunya adalah Dian.
Mahasiswa tingkat III kebendaharaan negara ini mengatakan bahwa
penjelasan dari pembicara masih membingungkan karena menurutnya masih
tercampur penjelasan antara penempatan instansi dan penempatan di
daerah. Ditambah lagi, dia merasa kesal karena menurutnya, jawaban yang
dilontarkan pembicara terkesan meremehkan keberadaan mahasiswa STAN
yang seakan-akan tidak memiliki bargaining power. Acara yang
berlangsung sampai pukul 12.00 WIB ini juga berlangsung kurang tertib
karena banyak mahasiswanya yang keluar meninggalkan gedung sebelum
acara usai. “Mungkin mereka sedang melakukan walkout”, ujanya sambil
tertawa. (SLA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: