Skip to content
Desember 3, 2007 / dewanggastanpbg

Puasa dan Produktifitas Pers

Oleh: Wahyu Agung P
“…,journalism is about pursuing the truth and I never encourage you
to do anything dishonest in pursuing of a story,…..” ungkapan mencuplik
dari film Shattered glass, scene 3: journalistic integrity. Ungkapan
yang menurut saya relevan bila dikaitkan dengan bulan ramadhan.
Kegiatan puasa yang dijalankan sepanjang bulan ramadhan hakikatnya
adalah sebuah mujahadah. Perjuangan menaklukkan kecenderungan buruk dan
tidak benar (untruth) dalam diri kita. Sebagai salah satu bentuk
mujahadah tersebut hampir sepanjang hari dalam bulan itu jasmani
dituntut menahan lapar dan dahaga.

Saat berpuasa akan muncul kondisi dimana orang yang berpuasa akan
ikut merasa apa yang tiap hari dirasakan orang yang kurang mampu.
Secara tidak langsung kepekaan hati atas realita sosial di masyarakat
ikut terasah. Nilai-nilai jurnalisme akan ikut terasah pula di bulan
ramadhan ini. Jika bagi kebanyakan orang puasa berfungsi melatih
kepekaan hati, maka bagi insan pers berarti bahwa momen puasa merupakan
waktu yang tepat untuk melatih dan meningkatkan intuisi kewartawanan.
Apalagi dengan kondisi masyarakat yang bisa dikatakan tidak ideal saat
ini, tentunya akan banyak fenomena sosial masyarakat yang akan dengan
mudah tertangkap untuk dituangkan dalam sebuah bentuk pemberitaan.

Bill Kovach dan Tom Rosentiel dalam Elements of Journalism: What
News People Should Know and the Public Should Expect (2001) merumuskan
sembilan elemen jurnalistik. Dua diantaranya adalah bahwa jurnalisme
harus menyampaikan kebenaran dan memiliki loyalitas pada masyarakat.
Hal ini dapat diartikan bahwa siapapun yang bergelut atau sedang
mempelajari dunia jurnalistik ketika menangkap fenomena yang terjadi di
masyarakat harus menunjukkan loyalitasnya pada masyarakat, dengan
menyampaikan fenomena tersebut dalam sebuah produk jurnalistik.

Mungkin, bagi insan pers Indonesia, indikator keberhasilan puasa
ramadhan tidak hanya tampak dari intensitas dan ketawadu’an dalam
beribadah, tetapi juga pada banyaknya produk-produk jurnalistik yang
dihasilkan. Tentunya produk-produk jurnalisitk yang menyampaikan
kebenaran dan memiliki loyalitas pada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: